Buntut Dari Insiden Kecelakaan Di Tol Halim Perdana Kusuma

Buntut Dari Insiden Kecelakaan Di Tol Halim Perdana Kusuma : Buntut dari insiden kecelakaan di Tol Halim Perdana Kusuma tepatnya di KM 00 200 Jalur B arah Cikampek, Jakarta Timur, polisi menetapkan Risyanto (32) pengemudi Toyota Avanza sebagai tersangka.

Buntut Dari Insiden Kecelakaan Di Tol Halim Perdana Kusuma

“Ya, pertama memang tersangka. Dia sudah menabrak barrier, melaju ke sebelah kiri. Itu sudah pelanggaran,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra saat dikonfirmasi, Senin, (11/12/2017).

Penetapan tersangka, lanjut Halim, karena Risyanto diduga lalai saat berkendara sehingga terjadi kecelakaan dan menyebabkan korban. Risyanto dikenakan Pasal 310 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dalam pasal tersebut berbunyi, Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan. “Karena dia mengakibatkan orang lain luka dan menimbulkan kerugian materil,” tutur Halim.

Diberitakan sebelumnya, kendaraan Toyota Avanza yang dikemudikan Arisyanto melaju dengan kecepatan 70 KM/jam dari arah Cikampek dan tiba di KM 00 200 Jalur B arah Cikampek Tol Halim Cawang, Jakarta Timur, tiba-tiba oleng dan menabrak pembatas jalan.

“Saya bilang pengemudinya dia hilang kendali, mungkin ngantuk, capek, sehingga dia menabrak barier. Kemudian dia hilang kendali menabrak pembatas barier pindah ke lajur sebelah,” beber Halim.

Usai menabrak pembatas jalan, mobil Toyota oleng hingga adu bangteng dengan kendaraan Toyota Kijang yang di kemudikan oleh Imam Santoso.

“Terus terjadi kecelakaan dengan kendaraan Kijang ini, tabrakan kepala (bagian depan mobil) sama kepala. Kalau menurut keterangan sopir Avanza kecepatannya 70 km / jam,” tutur Halim.

Mobil yang dikemudikan Imam Santoso langsung oleng kekiri dan terhenti setelah menabrak pagar seng dan water barier. Akibatnya 13 orang menjadi korban dan dilarikan ke RS UKI Cawang 8 orang dan 5 orang dirawat di RS Polri Kramat Jati.

“Iya (kecapean), dia (mobil Avanza) berangkat dari Pemalang jam sembilan, katanya sudah tiga kali berhenti, dia ngaku sendiri saya lelah dan capek tau-taunya hilang kesadaran saya pak, langsung nabrak barier,” helas Halim.

Dari total belasan korban yang dirawat saat tidak ada yang meninggal dunia, namun beberapa dalam kondisi kritis termasuk Imam Santoso pengemudi Kijang.

“Sedangkan yang satu (pengemudi Kijang) masih kritis belum bisa ditanyakan karena masih di ruang ICU. Dia tulang rusuknya patah sedang dioperasi,” kata Halim.

Adapun data korban yang dirawat di Rumah Sakit UKI Cawang adalah Eka (23), Kriman (27), Noval (1), Risianto (32) pengemudi Avanza, Rohidin (32), Siti Rohmah (33) penumpang Kijang, Sutarmo (49), dan Imam Santoso pengemudi Kijang.

Sementara data korban yang dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati adalah Rifa (12), Arya (5), Irfan, Pazrul (7), dan Munawaroh.