Dorong Digitalisasi Perbankan Adalah Strategi Telkomsigma

Dorong Digitalisasi Perbankan Adalah Strategi Telkomsigma : Pada era disrupsi digital yang semakin berkembang, industri perbankan menghadapi berbagai jenis tantangan yang cukup kompleks. Mulai dari pasar yang dinilai semakin kompetitif, aturan regulasi pemerintah yang selalu mengalami perubahan serta bagaimana untuk meningkatkan efektivitas melalui penggunaan solusi IT.

Dorong Digitalisasi Perbankan Adalah Strategi Telkomsigma

Guna untuk dapat mendorong digitalisasi perbankan, Telkomsigma meghadirkan sebuah solusi yakni sistem core banking AlphaBITS Next-G. Layanan IT karya anak bangsa ini dinilai memiliki berbagai keunggulan. Di antaranya adalah standard interface untuk bisa meningkatkan kemampuan integrasi dengan berbagai aplikasi maupun platform yang sudah menerapkan sistem interface modern.

Tersedia pula sebuah layanan bernama Always-On 24×7 sehingga para nasabah dapat melakukan transaksi melalui perangkat elektronik mereka maupun perangkat yang disediakan oleh pihak bank.

“Dengan kemampuan integrasi ini, AlphaBITS Next-G dapat mendukung program pemerintah seperti finansial inklusif, dan memungkinkan akselerasi pelaksanaan program bantuan sosial yang ingin diimplementasikan oleh bank,” kata Direktur Data Center & Managed Services Telkomsigma yakni Andreuw Th.Af melalui keterangannya pada Senin (11/9/2017) di Jakarta.

Selain itu, Andreuw melanjutkan bahwa AlphaBITS generasi terbaru ini juga memungkinkan bank untuk melakukan inovasi pada produk digital banking, seperti halnya mobile payment, simple on boarding customer, instant loan, dan e-wallet agar dapat bersaing dengan para perusahaan financial technology kelas dunia.

“AlphaBITS Next-G siap untuk bersaing dengan sistemcore banking serupa, yang mana memiliki tingkat kualitas layanan berstandar internasional, dan dapat diandalkan serta digunakan oleh perbankan Indonesia maupun internasional,” Andreuw menambhakan.

AlphaBITS Next-G telah dilengkapi dengan kemampuan dan keamanan aplikasi yang terjamin. Dengan kemampuan multi processing yang dimilikinya itu bisa menjadikan waktu pelaksanaan proses akhir hari dapat dipangkas hingga 30 persen.