Lima Orang Tersangka Pengeroyokan Terhadap Aparat Kepolisian

Lima Orang Tersangka Pengeroyokan Terhadap Aparat Kepolisian : Usai menjalani pemeriksaan, lima dari sepuluh orang yang diamankan polisi ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan dan pembacokan dua petugas kepolisian Iptu Panjang dan Bripka Slamet Aji di Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi.

Lima Orang Tersangka Pengeroyokan Terhadap Aparat Kepolisian

“Kemarin kita sudah mengamankan  10 orang, kemudian setelah melakukan pemeriksaan dan kita kaitkan saksi-saksi ada 5 orang yang kita nyatakan sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Selasa, (5/12/2017).

Sedangkan lima orang lainnya masih berstatus sebagai saksi dan telah dipulangkan karena tidak terbukti terlibat dalam pengeroyokan. Lima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut akan langsung dilakukan penahanan dan akan menjalani proses hukum selanjutnya.

“Lima orang itu inisialnya FM yang melakukan pembacokan kepada pak Panjang, ada IOM yang mempunyai celurit sajamnya yang pinjamkan kepada pelaku FM, HAR yang melempari pakai batu, dan juga ada PAP dan IM. PAP ini yang melakukan pembacokan kepada pak Slamet. Kemudian yang IM melempar batako di situ,” beber Argo.

Dijelaskan Argo, tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah karena saat itu yang melakukan pengeroyokan berjumlah puluhan orang. Polisi masih terus berupaya mengejar pelaku lain.

Sementara dua korban Iptu Panjang dan Bripka Slamet Aji saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Rumah Sakit Polri Kramat Djati, Jakarta Timur.

Para tersangka di amcam pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan juncto Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.

Bripka Slamet Aji dan Iptu Panjang dikeroyok di Jalan Celepuk 1, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, pada Minggu (3/12) dini hari. Saat itu korban tengah menyisir sekelompok pemuda yang diduga hendak tawuran namun justru menjadi sasaran kekerasan.

Akibatnya, dua petugas polisi itu mengalami sejumlah luka sabetan senjata tajam dan benda tumpul. Setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Mas Mitra Jatimakmur Bekasi keduanya dipindah dan dirawat di Rumah Sakit Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur.