Sopir Angkot Ditangkap Karena Berusaha Menjadi Pengedar Sabu

Sopir Angkot Ditangkap Karena Berusaha Menjadi Pengedar Sabu : Kecanduan sabu, sopir angkot di Bandar Lampung,nekat jadi pemasok sabu-sabu, agar bisa mengkonsumsi secara gratis. Namun akibatnya Joni ,34, warga Jalan Pulau Buton, Kelurahan Jagabaya Kecamatan Way Halim, harus masuk penjara bersama Agung,28, Warga Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung.

Sopir Angkot Ditangkap Karena Berusaha Menjadi Pengedar Sabu

“Tersangka Joni kita tangkap di rumahnya, pada Jum’at(5/10) lalu. Dari tersangka Joni, petugas mengamankan barang bukti berupa, dua unit HP merk Samsung berikut sim cardnya,”kata Kasat Serse Narkoba Polresta Bandar Lampung, Kompol. Indra Herliantho, saat ekspose di Mapolresta Bandar Lampung, pada Jumat (6/10) sore.

Joni ditangkap, kata Indra Herliantho, berkat informasi dari masyarakat yang resah karena kerap kali melihat transaksi narkoba.

Awalnya petugas degan cara menyamar datang ke lokasi dan melihat, seorang laki-laki dengan gerak gerik mencurigakan dan petugas meringkus Agung. Saat digeledah ditemukan satu paket sabu-sabu.

Selain menyita paket sabu polisi juga menyita, satu unit motor Mio Sporty BE-3457-CB dan dua unit HP merk Samsung berikut sim cardnya, ke Mapolresta Bandar Lampung.

Saat diintrogasi, Agung Sularsono, mengaku sabu itu milik Joni dan Agung hanya disuruh mengantarkan sabu itu kepada seorang pemesan,ujar Indra Herliantho.

Dari pengakuan tersangka Agung Sularsono, Tambah Indra Herlinato, petugas langsung menangkap Joni di rumahnya. “Joni mengaku membeli sabu-sabu Rp 1 juta, dari Ricky warga Jatimulyo. Sabu-sabu itu rencananya akan dijual kepada pesan seharga Rp 1 juta. Tetapi sebelum dijual, tersangka mengurangi sabu-sabu tersebut untuk dikonsumsi bersama Agung Sularsono,”terangnya.

Akibat perbuatannya tersangka bakal di jerat Pasal 114 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (1) Undang-undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukuman selama 6 tahun penjara.