Suami Bunuh Isteri Karena Kangen Dengan Anak

      No Comments on Suami Bunuh Isteri Karena Kangen Dengan Anak

Suami Bunuh Isteri Karena Kangen Dengan Anak : Suami kalap lantaran dihalangi isterinya untuk bertemu anak bayinya. Seorang suami di Pemalang, Jawa Tengah itu akhirnya tega membunuh isterinya secara sadis. Ibu muda beranak satu, Siti Asyiah, 34, warga Desa Pedurungan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang tewas setelah dikampak kepalanya oleh suaminya sendiri,Mulyono, 37.

Suami Bunuh Isteri Karena Kangen Dengan Anak

Pembunuhan sadis yang dilaporkan ke Polda Jateng terjadi, Senin (18/12) sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu korban bermaksud akan melaksanakan solat subuh. Ibu muda ini sontak kaget ketika mendadak Mulyono suaminya sudah masuk ke kamarnya .

Pasangan suami isteri ini belakangan pisah ranjang karena sering bertengkar. Sang isteri tinggal di rumah orang tuanya , sedangkan Mulyono tinggal di rumahnya tak jauh dari tempat tinggal orang tua korban .

Mulyono berhasil menyusup masuk ke kamar korban diduga melalui jendela rumah orang tua korban .Mulyono yang seharinya dikenal sebagai nelayan itu diduga kuat sudah merencakan untuk membunuh isterinya karena membawa sebilah kampak yang diselipkan dibalik bajunya .

Beberapa saat setelah bertemu, pasangan suami isteri yang sudah 4 bulan pisah ranjang itu terlibat cekcok mulut.

Perang mulut itu terkait dengan sikap korban yang melarang pelaku untuk bertemu dengan anak bayi lelakinya yang masih berumur 6 bulan. Saat pasangan ini terlibat cekcok, anak bayi mereka yang sebelumnya sedang tidur menjadi terbangun.

Mendengar suara ribut dan tangis cucunya, Ibu kandung korban bergegas masuk kamar. Wanita tua itu sempat melerai pertengkaran pasangan suami isteri tersebut. Tetapi beberapa saat kemudian ibu korban menjerit dan berteriak minta pertolongan saat menyaksikan lelaki menantunya itu mengayunkan kampak ke kepala isterinya.

Sekali bacokan kampak menyebabkan tubuh korban roboh bersimbah dengan luka di leher belakang.Karena lukanya yang parah, ibu muda tersebut tewas seketika di lokasi kejadian .

Trisno, tetangga dekat korban langsung keluar rumah dan memberitahukan kepada tetangga lainnya setelah mendengar suara jeritan ibu korban . Saksi selanjutnya bergegas menuju ke lokasi kejadian bersama sejumlah warga lainnya .

Saat saksi dan warga masuk kamar , menyaksikan tubuh korban tergeletak tak bernyawa . Sedang pelaku dengan tenang meggendong bayinya sambil tangannya masih menenteng kampak .

Warga langsung merebut bayi dari gendongan pelaku . Seketika itu pelaku berusaha kabur , tetapi warga cepat meringkusnya . Menurut warga , Mulyono dikenak pendiam dan temperamen . Seringkali pelaku main tangan saat bertengkar dengan isterinya. Karena sering menganiaya itulah yang menyebabkan korban memilih pisah ranjang dan kembali ke rumah orang tuanya .

Sejumlah petugas Polres Pemalang langsung datang ke tkp setelah menerima laporan .Petuhas langsung memasang garis polisi dan melakukan olah TKP. Sedangkan jenazah korban dikirim ke rumah sakit dr Ashari Pemalang untuk dilakukan otopsi.

Dihadapan polisi pelaku mengaku terpaksa membunuh isterinya karena kangen kepada anak bayinya . Pelaku mengaku jengkel terhadap korban karena selalu tidak diperbolehkan bertemu anaknya .Karena kondisi pelaku yang tidak stabil rencananya pelaku akan dibawa ke Semarang untuk memeriksa kejiwaannya.